Selamanya...
Bila ada yang menjadi harapku
Adalah selalu bersamamu
Bila ada yang menjadi cemasku
Selamanya juga...
Adalah berpisah denganmu
Mari rajut cinta kita berdua
Tautkan dalam doa malam
Agar kisah kasih kita
"ABADI" selamanya.
Sabtu, 29 Desember 2012
Selasa, 25 Desember 2012
L0V3
Cinta... Ibarat satu janji dalam hati
Tidak dapat ditulis, tidak hanya dibaca
Tidak akan terpisahkan oleh jarak
Tidak akan berubah oleh waktu
Tidak akan sirna oleh amarah
Sedetik dimata, selamanya dijiwa
Dan cinta..., bukan mencari seseorang
yang bisa membuat kita merasa sempurna...
Jangan mencari cinta dari matamu
tapi..., carilah cinta dengan mata hatimu...
Tidak dapat ditulis, tidak hanya dibaca
Tidak akan terpisahkan oleh jarak
Tidak akan berubah oleh waktu
Tidak akan sirna oleh amarah
Sedetik dimata, selamanya dijiwa
Dan cinta..., bukan mencari seseorang
yang bisa membuat kita merasa sempurna...
Jangan mencari cinta dari matamu
tapi..., carilah cinta dengan mata hatimu...
Senin, 24 Desember 2012
Maaf
Aku tahu...
Kamu menyimpan bara dihatimu
Untuk kenangan pilu
Aku tahu...
Mungkin tak ada maaf tersisa
karena salah yang pernah ada
Tapi...
Mungkin kau tak pernah tahu
Sesal selalu mendera didada
Karna ada rindu
Tetap milikmu
Yang menanti kata
Maafmu.......
Kamu menyimpan bara dihatimu
Untuk kenangan pilu
Aku tahu...
Mungkin tak ada maaf tersisa
karena salah yang pernah ada
Tapi...
Mungkin kau tak pernah tahu
Sesal selalu mendera didada
Karna ada rindu
Tetap milikmu
Yang menanti kata
Maafmu.......
Selasa, 18 Desember 2012
God Gift
One day when God felt generous,
He looked down at me and smiled,
“Since I feel so magnanimous,
I’d like to give you something, child.”
He asked me what I wanted,
I said, “Oh, really nothing more,
You’ve done so much already.”
He said, “That’s what God is for.”
“You have been pretty good,” He said,
I know there’s not much that you seek,
I will pick a little something,
Just to make your life complete.”
With great anticipation,
I looked forward to my gift,
I wondered what God had in mind,
That would give me such a lift.
“This gift,” God said, “You realize,
Bears some responsibility,
So, if you accept my present,
You must be willing to agree…
“To offer unconditionally,
A section or a part,
Of more than half of you,
The larger portion of your heart.”
“Okay, God,” I answered,
“Since in You, I always trust,
I’ll meet your obligation,
In the manner that I must.”
To myself, I thought, wow, what a gift,
For so much of me, God’s asked,
Now what could be so valuable,
That my share was more than half?
With both hands I sought my gift,
I still did not have a clue,
Then God put your hand in mine,
And said His gift to me was
YOU!
Selasa, 11 Desember 2012
Kamu adalah malaikat
kamu adalah seorang malaikat yang tak dapat terlihat
bagiku kamu tetap seperti malaikat
kamu adalah malaikat yang diutus dari Surga
Di langitku kamu adalah bintang surga
Kamu seorang malaikat dengan keindahan & rahmat
kamu baik & manis, kamu memiliki wajah malaikat
kamu menawan dengan kedua sayapmu
Kebahagiaan dan sukacita hanya beberapa hal
yang dapat malaikat berikan
Dalam hati & pikiranku adalah di mana kamu tinggal
kamu memiliki rambut selembut awan putih
aku mendapat seorang malaikat yang menjagaku
Matamu seperti safir yang bersinar terang.
Ketika semuanya gelap, kamu memberikan cahaya untukku
Kamu seorang malaikat yang memberiku alasan untuk hidup,
Kamu seorang malaikat yang mengajarkanku untuk memberi
Kamu seorang malaikat yang mengajarkanku hal yang tepat untuk dikatakan
Kamu malaikatku & aku akan selalu peduli akanmu
Kamu malaikatku & kamu tahu aku akan selalu ada untukmu
Senin, 03 Desember 2012
Pentingnya sebuah protes
Disuatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capek, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak
kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? ”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga…
dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangat indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain,
jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda yang kuat, yang tetap tabah dan teguh karena ia tahu ada Tuhan besertanya, maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capek, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak
kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? ”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga…
dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangat indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain,
jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda yang kuat, yang tetap tabah dan teguh karena ia tahu ada Tuhan besertanya, maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
